Search

Laman

Tuesday, 28 October 2014

KAMBING KACANG

Menurut Devendra dan Burn (1994) menyatakan bahwa kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia dan Malaysia. Kambing kacang memiliki bulu yang lurus pendek, tanduk pendek, dan tubuh yang relatif kecil. Di Jawa, kambing ini disebut juga kambing Jawa. Kambing kacang tidak memiliki garis keturunan yang khusus karena sebagian besar sistem perkawinannya terjadi di tanah lapang. Kambing kacang dapat hidup dengan perawatan yang seadanya sehingga biaya pemeliharaannya terlbilang sedikit. Produk  yang dihasilkan oleh jenis kambing ini adalah daging dan kulit. Berikut adalah ciri-ciri dari kambing kacang:
1)      Bulu pendek dan berwarna tunggal yakni putih, hitam, dan cokelat. Terkadang warna bulunya berasal dari campuran ketiganya.
2)      Jantan dan betinanya memiliki tanduk. Kambingnya membentuk pedang, melengkung ke atas sampai belakang
3)      Telnga pendek dan menggantung
4)      Jantan memiliki janggut. Betinanya tidak berjanggut
5)      Leher pendek dan punggung melengkung
6)      Bobot kambing jantan dewasa rata-rata 25kg dan betina dewasa 20kg. Rata-rata bobot anak lahir 3,28kg. Rata-rata bobot sapih umur 90 hari sekitar 10,12kg
7)      Tinggi tubuh (gumba) jantan 60-65cm dan betina 56cm
8)      Kambing jantan memiliki surai panjang dan panjang sepanjang garis leher, pundak, punggung, sampai ekor.
9)      Tingkat kesuburan tinggi. Kambing kacang sangat prolifik (sering melahirkan anak kembar). Terkadang dalam satu kelahiran mengahsilkan keturunan kembar tiga.
10)  Memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit
11)  Kemampuan hidup saat lahir mencapai 100% dan kemampuan hidup dari lahir sampai sapih 79,4%.
12)  Kemungkinana melahirkan anak kembar dua 52,2%, kembar tiga 2,6%, dan tunggal 44,9%.
13)  Persentase karkas  44-51%
14)  Kambing jantan muda mencapai dewasa kelamin umur 19-25 minggu atau 135-173 hari, sementara betina pada umur 153-454 hari.

15)  Kambing betina pertama kali beranak pada umur 12-13 bulan.