Search

Laman

Monday, 13 October 2014

PENTINGNYA PERILAKU KONSUMEN DAN KAITANNYA PADA BAURAN PEMASARAN

PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang
Konsumen merupakan bagian penting dalam pemasaran karena konsumenlah pembeli dan pengguna barang atau jasa yang dipasarkan. Saat ini konsumen menjadi nilai penting yang sangat diperhatikan oleh perusahaan untuk meningkatkan nilai penjualan mereka. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan produk perusahaan tersebut dengan apa yang diinginkan oleh konsumen tersebut.
Perusahaan yang mengerti bahwa dengan menjualbelikan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen dapat membuat produk yang dipasarkan perusahaan tetap ada dan usaha terus berjalan. Hal seperti ini dapat diketahui dengan menggunakan ilmu Perilaku Konsumen. Dengan menggunakan ilmu Perilaku Konsumen perusahaan dapat memiliki konsumen yang loyal terhadap produk yang dipasarkan perusahaan tersebut.
Selain bermanfaat bagi produsen atau perusahaan ilmu Perilaku Konsumen juga menjadi hal yang penting untuk dimiliki konsumen. Hal ini untuk memberikan kepastian kepada konsumen apakah produk yang akan dipilih sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen itu sendiri. Selain itu dengan menggunakan ilmu Perilaku Konsumen dapat membantu konsumen agar tidak tertipu saat memebeli produk dan mengurangi pembelian produk yang tidak dibutuhkan konsumen itu.

1.2.   Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui manfaat dari perilaku konsumen dari sudut pandang produsen dan konsumen
2.      Untuk mengetahui kaitan perilaku konsumen dengan bauran pemasaran

1.3.   Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Agar mengetahui manfaat dari perilaku konsumen dari sudut pandang produsen dan konsumen
2.      Agar mengetahui kaitan perilaku konsumen dengan bauran pemasaran

PEMBAHASAN

1.      Apa pentingnya mempelajari perilaku konsumen dari sudut pandang konsumen dan sudut pandang produsen, berikan contohnya masing-masing dua (jasa dan barang)!
Jawab:
Ø  Dari sudut pandang produsen, yaitu:
a.       Mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen
b.      Mengetahui apa selera konsumen
c.       Bagaimana konsumen mengambil sebuah keputusan
d.      Mampu mempengaruhi konsumen
e.       Sebagai wujud kekuatan tawar yang merupakan salah satu kekuatan kompetitif
f.       Sebagai landasan manajemen pemasaran
g.       Untuk pengembangan kebijakan publik
Contoh:
Barang: Santan Sun kara
Santan Sun Kara diproduksi oleh PT Kara Santan Pertama, produk ini diciptakan karena perusahaan yang melihat potensi besar produk ini. Potensi ini dapat dilihat dengan bantuan ilmu perilaku konsumen. Selain itu produk ini dibuat dalam kemasan yang praktis namun dengan komposisi yang cukup untuk penggunaan di dalam rumah tangga. Sehingga memudahkan konsumennya saat memasak tidak perlu repot-repot memarut kelapa menjadi santan lagi.
Jasa : Delivery order
Delivery order, system penjualan seperti ini dibuat karena ingin menambah konsumen dalam suatu penjualan dengan memberikan jasa pengantaran barang atau makanan sekaligus menjualkannya sesuai pesanan. Dengan adanya sisitem ini konsumen bias lebih mudah dalam membeli barang, cukup dengan memesan lewat telepon dan barang tersebut akan dikirim langsung oleh pegawai perusahaan. Sistem delivery order dibuat karena melihat perilaku konsumen perusahaan terhadap produk yang diperjualbelikan. Perusahaan dapat melihat bahwa banyak konsumen yang memiliki keinginan untuk membeli namun tidak memiliki kesempatan untuk datang ke tempat pembelian sehingga dibuatlah alternative dimana konsumen tidak perlu datang ke tempat pembelian untuk mendapat barang tersebut.

Ø  Dari sudut pandang konsumen, yaitu:
1.      Mengetahui informasi bahwa barang atau jasa yang akan dibeli bagus atau tidak
2.      Mengetahui apa yang seharusnya konsumen kebutuhan
3.      Menjadi konsumen yang efektif dan selektif dalam memilih barang
4.      Menjadi konsumen yang bijak
Contoh:
Barang : Teh botol
Pada kasus teh botol ini ilmu perilaku konsumen digunakan oleh konsumen dalam memilih teh botol yang akan dibelinya. Dengan perilaku konsumen tersebut konsumen menentukan pilihan sesuai dengan apa yang ingin didapatkan konsumen saat membeli teh botol, karena melihat banyak produk teh botol saat ini serta memiliki rasa yang khas untuk setiap produk dengan merk berbeda.
Jasa: Laundry
Pada kasus Laundry ilmu perilaku konsumen digunakan konsumen dalam memilih jasa yang akan digunakan saat laundry, apakah hanya mencuci saja atau sampai kepada disetrika. Hal ini disesuaikan pada tingkat kesibukan konsumen laundry itu, dengan melihat sisa waktu senggang yang dimiliki konsumen dan apakah konsumen itu sendiri ingin menyetrika sendiri atau tidaknya.

2.      Jelaskan kaitan perilaku konsumen dengan bauran pemasaran (4P), gunakan sebuah produk?
Jawab:
Kelompok kami mengambil contoh Teh Botol Sosro
Ø  Product:
Teh Botol Sosro merupakan produk yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Dari awal produk ini diluncurkan, memang sudah menjanjikan. Ia menawarkan kategori baru yang belum pernah ada di Indonesia. Sosro juga melakukan diferensiasi produknya dengan baik. Tidak hanya dari segi produk, Sosro juga melakukan inovasi dari segi kemasan. Mulai dari produk yang dikemas dalam botol kaca, lalu dalam kemasan tetra pak, dan tidak ketinggalan pula dalam botol plastik yang mudah dibawa oleh konsumen.
Ø  Price:
Pada waktu pengenalan produk, Sosro juga memiliki keunggulan kompetitif karena merupakan teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama kali d Indonesia. Salah satu trik Sosro dalam memenagkan persaingan dalam hal harga, Sosro mematok harga eceran sebesar Rp. 2.500/botol. Hal inilah yang menyebabkan produk Sosro banyak disenangi oleh konsumen karena harga tersebut tidak memberatkan konsumen.
Ø  Place:
Ketersediaan produk juga mengandung makna ketersebaran produk. Teh Botol Sosro tersedia tidak hanya di outlet modern saja tetapi juga ada di warung-warung bahkan samapi perkampungan. Awalnya konsumen tidak berencana membeli suatu produk, namun karena konsumen melihat produk tersebut di toko, timbul niat untuk membelinya. Dengan tersediannya atau mudahnya mendapatkan produk teh botol sosro, maka akan membuat daya beli konsumen meningkat.
Ø  Promotion:
Promosi jelas menjadi alat utama dalam pemasaran sebuah produk. Antara promosi dan produk tidak dapat dipisahkan karena keduanya harus saling berangkulan untuk kesuksesan pemasran. Kegiatan promosi yang dilakukan sosro melalui personal selling, promosi penjualan, iklan dan kunjungan pabrik. Teh botol sosro juga dikenal dengan tagline-nya yaitu “apapun makannya minumnya teh botol sosro”. Selain itu promosi dapat berupa iklan di media cetak maupun elektronik, brosur, baliho dan sponsorship.
PENUTUP

3.1.   Kesimpulan
Ilmu mengenai Perilaku Konsumen sangat penting untuk dimiliki baik bagi produsen maupun konsumen. Untuk produsen ilmu perilaku konsumen dapat digunakan untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk yang ditawarkan produsen. Untuk konsumen dengan menggunakan ilmu perilaku konsumen, konsumen tersebut dapat mengetahui produk apa yang seharusnya dibeli oleh konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
Selain itu ilmu perilaku konsumen juga memiliki hubungan dalam membuat bauran pemasaran. Hal ini karena baik product, price, place, dan promotion dibuat dan dilakukan untuk memasarkan produk tersebut kepada konsumen, karena itu harus sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen. Sehingga produk yang dipasarkan dapat diterima konsumen bahkan dapat menciptakan konsumen yang loyal terhadap produk tersebut.
3.2.   Saran
Mengetahui betapa pentingnya memiliki ilmu perilaku konsumen bagi produsen maupun konsumen kami menyarankan kepada pembaca untuk selalu menggunakan ilmu tersebut baik sebagai produsen maupun konsumen.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen [9 September 2014]
http://karismameliaa.blogspot.com/2014/01/mengapa-produsen-perlu-mengamati.html [9 September 2014]
http://www.indokara.com/ [9 September 2014]