Search

Laman

Tuesday, 21 October 2014

kelas dan status sosial pada perilaku konsumen

1.      Variabel apa saja yang menentukan kelas sosial individu ? Buatlah model dari institusi sosial dan strata sosial di dalam Masyarakat Indonesia ! Jelaskan !  Di dalam urutan kepentingan apa variabel-variabel tersebut harus diperingatkan ? Jelaskan !
A.    Variabel ekonomi
Pekerjaan, pendapatan dan kekayaan mempunyai kepentingan kritis karena apa yang orang kerjakan untuk nafkah tidak hanya menentukan berapa banyak yang harus pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan, tetapi juga sangat penting dalam menentukan kehormatan yang diberikan kepada anggota keluarga.

B.     Variabel Interaksi
·         Prestise adalah sentiment di dalam pikiran orang yang mungkin tidak selalu mengetahui bahwa hal itu ada disana.
·         Asosiasi adalah Variabel yang berkenaan dengan hubungan sehari-hari yang mereka kerjakan dengan cara yang sama dan dengan siapa mereka merasa senang.
·         Sosialisasi adalah proses dimana individu belajar keterampilan, sikap, dan kebiasaan untuk berpartisipasi di dalam kehidupan komunitas bersangkutan.

C.     Variabel Politik
·         Kekuasaan adalah potensi individu atau kelompok untuk menjalankan kehendak  mereka atas orang lain.
·         Kesadaran kelas mengacu pada tingkat dimana orang di dalam suatu kelas social sadar akan diri mereka sebagai suatu kelompok tersendiri dengan kepentingan politik.
·         Mobilitas adalah konsep kembar yang berhubungan dengan stabilitas atau instabilitas system stratifikasi
Jenis-jenis Institusi Sosial
Ada 5 jenis institusi / lembaga sosial, yakni :
a.      Lembaga Keluarga
Keluarga adalah unit social yang terkecil dalam masyarakat dan juga institusi pertama yang dimasuki seorang manusia ketika dilahirkan.


b.      Lembaga Pendidikan
Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
  • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
c.       Lembaga Ekonomi
Pada hakekatnya tujuan yang hendak dicapai oleh lembaga ekonomi adalah terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.

d.      Lembaga Agama
Pranata Agama adalah sistem keyakinan dan praktek keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan..
Fungsi pranata agama adalah:
  • Sebagai pedoman hidup
  • Sumber kebenaran
  • Pengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan
  • Tuntutan prinsip benar dan salah
  • Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan di dalam agama diwajibkan berbuat baik terhadap sesama
  • Pedoman keyakinan manusia berbuat baik selalu disertai dengan keyakinan bahwa perbuatannya itu merupakan kewajiban dari Tuhan dan yakin bahwa perbuatannya itu akan mendapat pahala, walaupun perbuatannya sekecil apapun.
  • Pedoman keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia adalah ciptaan Tuhan semata
  • Pengungkapan estetika manusia cenderung menyukai keindahan karena keindahan merupakan bagian dari jiwa manusia
  • Pedoman untuk rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar kaidah-kaidah agama
e.       Lembaga Politik
Pranata politik merupakan pranata yang menangani masalah administrasi dan tata tertib umum demi tercapainya keamanan dan ketentraman masyarakat. Pranata yang merupakan pembantunya adalah seperti sistem hukum dan perundang-undangan, kepolisian, angkatan bersenjata, kepegawaian, kepartaian, hubungan diplomatik. Bentuk pranata atau institusi politik yang mengkoordinasi segala kegiatan diatas disebut negara.
2.      Peneliti pemasaran berspekulasi mengenai pengaruh kelas atas pada keputusan konsumsi kelas bawah untuk produk berikut : mobil, busana, sayuran organik, beras, dan produk perawatan bayi.  Kesimpulan apa yang akan anda harapkan untuk masing-masing produk tersebut ? 
a)      Mobil
Pada awalnya produsen mobil hanya menargetkan mobil untuk kalngan atas, namun seiring berjalannya waktu mobil sudah menjadi kebutuhan semua kalangan dengan ini munculnya inovasi dari produsen untuk mengadakan mobil mewah untuk kalangan atas dan mobil biasa untuk kalngan bawah. Namun, karena perbedaan mobil mewah dan mobil biasa ini menyebabkan kalangan bawah menginginkan keunggulan yang sama dengan keunggulan mobil kalngan atas. Seperti mobil carry yang tidak memiliki AC namun karena pengaruh diatas saat ini mobil carry sudah memilik AC bahkan yang tidak ada AC jarang dilirik oleh kalangan bawah.

b)      Busana
Orang kalangan atas menciptakan model pakaian yang mini sepertu memakai hotpants, tangtop, rok mini dll. Hal ini menyebabkan orang kalangan bawah melihat hal tersebut menarik untuk diikuti sehingga mereka meniru dan memakai hal tersebut.




c)      Sayuran Organik
Banyaknya kalangan atas mengkonsumsi makanan dilihat dari unsur kesehatan tidak peduli dengan harga, akan tetapi untuk kalangan bawah tidak terlalu melihat unsur kesehatan, yang dilihat hanya segi harga yang terjangkau dan murah.

d)     Beras
Untuk komoditi beras tidak jauh berbeda dengan konsumsi sayuran organik. Masyarakat kelas atas maupun kelas bawah sama-sama mengkonsumi beras namun perbedaanya dilihat dari segi kualitas beras dan harga dari beras itu sendiri.
Contoh beras menengah keatas: pandan wangi, rojo lele, dll
Contoh beras mengengah bawah: beras raski dan bulok

e)      Perlengkapan bayi
Dalam hal ini sangat terlihat berbeda. Orang kalangan atas biasa mengkonsumsi semua hal dengan berlebihan seperti mengunakan dan menyediakan perlengkapan bayi mulai dari kamar bayi, kasur bayi, lemari, wallpaper, busana, sepatu dll. sedangkan untuk kalangan bawah sudah memiliki kasur dan pakaian saja sudah tercukupi kebutuhannya. Adapun yang sangat memperlihatkan perlengkapan bayi untuk kalangan atas memiliki stoller. Untuk kalangan bawah ayunan buatan dari kain samping didalam rumah. Selain itu contoh lainnya adalah alat makan bayi yang dulu hanya digunakan untuk kalangan atas sekarang kalangan bawah pun mengikuti alat makan khusus untuk bayi yang dibuat dari plastik.  
3.      Carilah 3 buah iklan dalam negeri atau luar negeri.  Berikan analisis gambaran kelas dan status sosial yang diperlihatkan pada masing-masing iklan tersebut yang menjadi target pasar dari pemasar !  Apakah menurut kelompok Anda terdapat kesesuaian antara isi iklan dengan target pasar yang didasarkan pada kelas dan status sosial tersebut ? Jelaskan !
A.    Iklan Jam Tangan
B.     Iklan Hp Mito
C.     Makanan Kucing Whiskas



DAFTAR PUSTAKA

http://windytriana.wordpress.com/2013/11/18/bab-11-pengaruh-kelas-sosial-dan-status/

Friday, 17 October 2014

PENGARUH KELUARGA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

1.      Uraikan apa saja peran anggota keluarga dalam mempengaruhi proses keputusan pembelian konsumen. Berikan contoh masing-masing!
Jawab:
a.       Penjaga pintu (gatekeeper). Inisiator pemikiran keluarga mengenai pembelian produk dan pengumpulan informasi untuk membantu pengambilan keputusan. Dalam membeli televisi yang menjadi inisiator adalah ibu karena
b.      Pemberi pengaruh (influencer). Individu yang opininya dicari sehubungan dengan kriteria yang harus digunakan oleh keluarga dalam pembelian dan produk atau merek mana yang paling mungkin cocok dengan kriteria evaluasi itu. Dalam  keluarga yang menjadi pemberi pengaruh adalah anak
c.       Pengambil keputusan (decider). Orang dengan wewenang dan / atau kekuasaan keuangan untuk memilih bagaimana uang keluarga akan dibelanjakan dan produk atau merek mana yang yang akan dipilih. Pengambil keputusan dalam pembelian televisi adalah Bapak dan Ibu karena saat memutuskan untuk membeli televisi mereka berdiskusi mengenai merek, bentuk dan harga televisi yang akan dibeli.
d.      Pembeli (buyer). Orang yang bertindak sebagai agen pembelian: yang mengunjungi toko, menghubungi penyuplai, menulis cek, membawa produk kerumah, dan seterusnya. Pembeli dari produk televisi yang telah didiskusikan adalah bapak dan ibu karena mereka berdualah yang memutuskan televisi yang akan dibeli.
e.       Pemakai (user). Orang yang menggunakan produk. Pemakai dari produk televisi yang telah dibeli oleh kelurga adalah semua anggota keluarga.
2.      Bagaimana suatu iklan didesain agar menghimbau perbedaan dalam peranan instrumental dan ekspresif di dalam keluarga. Cari masing-masing 2 iklan yang menggambarkannya!
Jawab:
Peran instrumental, yang juga dikenal sebagai peran fungsional atau ekonomi, melibatkan aspek keuangan, karakter performansi, dan sifat “fungsional” lain seperti kondisi pembelian.
Iklan 1 – Lifebuoy anti Dandruff (ver. Sulap keluarga)
Skenario iklan ini menceritakan keluarga yang akan melakukan pertunjukan sulap dan memiliki masalah ketombe yang diatasi oleh ibunya dengan menggunakan shampo lifebuoy anti dandruff.

Iklan 2 – Bebelac (bebestar night award)
pada iklan ini diperlihatkan seorang anak yang mengucapkan terimakasih kepada ibunya karena telah mendukungnya sampai ia menjadi juara. Pada iklan ini diinformasikan bahwa dengan ibu memberikan bebelac sebagai susu anaknya dapat menunjang kreatifitas anaknya sampai juara.
Peranan ekspresif melibatkan dukungan kepada anggota keluarga yang lain dalam proses pengambilan keputusan dan kebutuhan estetik atau emosi keluarga, termasuk penegakan norma keluarga.
Iklan 1 – oreo untuk silaturahmi
Pada iklan ini diperlihatkan adegan saat dua anak yang ditanya ibunya mengenai oleh-oleh untuk keluarga di kampung mereka. Karena bingung dengan banyaknya pilihan ibu tersebut memberikan oreo selection yang menjadi kado oleh-oleh untuk keluarga dikampung mereka. Padahal keluarga tersebut masih dapat membeli satu per satu oreo dengan rasa yang diminati oleh keluarga mereka  namun dengan dukungan dari ibunya pilihan tersebut berganti kepada Oreo Selection.
Iklan 2 – Quaker Oat
Pada iklan ini ditunjukkan seorang ayah yang terkena sakit jantung dan memberikan kekhawatiran kepada keluarganya. Sehingga setelahnya keluarga tersebut memakan Quaker Oats agar jantung mereka sehat. Pada iklan ini ditunjukkan adanya pengaruh dari keluarga kepada sang ayah agar tidak meninggalkan keluarganya sehingga memilih makan Quaker Oats

3.      Apakah ada lebih banyak atau sedikit wanita yang bekerja diluar rumah di masa datang? Variabel apa yang harus dipertimbangkan dalam menjawab pertanyaan ini? Bagaimana jawabnnya mempengaruhi permintaan akan produk konsumen? Berikan contoh iklan struktur keluarga terhadap proses keputusan pembelian konsumen
Jawab:
Menurut kelompok kami wanita yang bekerja diluar  rumah di masa yang akan datang akan lebih banyak. hal ini bisa dijelaskan berdasarkan variabel dibawah ini:
a.       Variabel pendidikan
Dewasa ini banyak wanita yang menjalani pendidikan ke tingkat tinggi dibandingkan dimasa sebelumnya. Tingkat pendidikan seorang wanita yang lebih tinggi cenderung akan membuat wanita tersebut untuk bekerja di luar rumah daripada hanya tinggal dirumah untuk mengurus anak dan rumah tangga.
b.      Gaya Hidup
Gaya hidup merupakan hal yang melekat bagi setiap manusia terutama wanita. Tentunya setiap wanita memiliki gaya hidup yang berbeda-beda. Contohnya saja adalah gaya hidup mewah yang saat ini banyak melekat pada diri wanita. Wanita yang memiliki gaya hidup mewah tentu memerlukan penunjang gaya hidup yang sesuai seperti keuangan yang memadai. Keadaan tersebut menyebabkan wanita untuk mencari uang atau bekerja untuk memenuhi gaya hidupnya.
c.       Kondisi ekonomi
Kondisi ekonomi yang lemah merupakan salah satu alasan wanita untuk bekerja di luar rumah. Hal ini dilakukan oleh seorang wanita untuk membiayai kebutuhan hidupnya yang tidak akan terpenuhi jika ia tidak bekerja. Telah menikah maupun belum menikah mereka akan bekerja untuk menuhi kekurangan ekonomi yang dialaim oleh mereka.
Variabel-variabel tersebut merupakan beberapa variabel yang menyebabkan bertambahnya wanita-wanita yang bekerja diluar rumah. Variabel-variabel tersebut dapat mempengaruhi kepada permintaan akan produk konsumen hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.       Variabel pendidikan
Pengaruh terhadap permintaan akan produk dari variabel ini contohnya adalah pemilihan produk yang dilakukan banyak wanita saat ini lebih dilihat kepada kualitas, kesehatan, dan harga sedangkan pada masa lalu wanita hanya mempertimbangkan kepada kualitas dan harga saja bahkan ada beberapa yang hanya melihat produk dari penampilan dan harganya saja. Hal ini menyebabkan permintaan akan produk yang berkualitas dan tidak membahayakan kesehatan meningkat.
b.      Variabel gaya hidup
Gaya hidup wanita karir atau wanita yang bekerja diluar rumah memiliki gaya hidup yang terjaadwal bahkan kadang dikejar waktu. Hal ini dapat mempengaruhi permintaan akan produk konsumen untuk menyesuaikan dengan gaya hidup tersebut. Contohnya adalah pada produk bahan masakan, karena daya hidup wanita karir yang terjadwal dan memiliki sedikit waktu senggang mereka lebih banyak mencari produk masakan yang cepat dimasak tanpa memerlukan pengolahan yang lama. Hal tersebut meningkatkan permintaan akan produk-produk instan baik mie, nugget, ataupun bumbu masak instan.
c.       Variabel keadaan ekonomi
Keadaan ekonomi yang kurang mencukupi menyebabkan wanita perlu keluar rumah untuk bekerja, tentunya hal ini mempengaruhi permintaan akan produk konsumen. Contohnya adalah pemilihan produk yang dibeli lebih dipertimbangkan berdasarkan kepada jumlah keuangan yang ada. Hal tersebut menyebabkan permintaan produk pokok yang murah namun berkualitas menjadi lebih besar dari pada sebelumnya.

Oleh karena itu permintaan akan produk konsumen saat ini lebih memperhatikan kepada harga, kualitas, dan dampak kesehatannya. Karena semakin banyak wanita yang bekerja diluar rumah akan menambah permintaan produk yang sesuai dengan kehidupan dan ekonomi mereka. Untuk lebih jelasnya mengenai hal tersebut dapat dilihat iklan dari produk Anlene yang memperlihatkan seorang ibu rumah tangga yang juga bekerja diluar rumah memiliki banyak kesibukan. Tentunya hal tersebut dapat mengurangi kewaspadaan ibu tersebut dalam menjaga kesehatannya oleh karena itu dibuatlah produk anlene yang dapat membantu mengisi kebutuhan nutrisi tukang untuk ibu tersebut walaupun ia bekerja tapi dapat tetap memiliki tulang sehat yang kuat.  

Wednesday, 15 October 2014

Wanprestasi, aspek analisis kredit dan jaminan

Berdasarkan hasil diskusi kami aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam memutuskan pemberian kredit adalah sebagai berikut:
1.      Aspek yuridis: Masalah legalitas badan usaha serta izin-izin yang dimiliki perusahaan yang mengajukan kredit. Contoh: Surat legalitas perusahaan
2.      Aspek pemasaran: Permintaan terhadap produk yang dihasilkan sekarang ini dan di masa yang akan datang. Contoh: besar kecilnya permintaan dan penawaran.
3.      Aspek keuangan: Sumber-sumber dana yang dimiliki untuk membiayai usahanya dan bagaimana penggunaan dana tersebut. Contoh: laporan keuangan dan rasio analisis keuangan
4.      Aspek teknis / operasi: Masalah yang berkaitan dengan produksi. Contoh: lokasi pabrik dan teknologi yang digunakan
5.      Aspek manajemen: Untuk menilai struktur organisasi perusahaan, sumber daya manusia yang dimilki serta latar belakang sumber daya manusianya. Contoh: mencari SDM sesuai dengan kualifikasinya
6.      Aspek social ekonomi: Menganalisis dampaknya terhadap perekonomian dan masyarakat umumnya. Contoh: pajak, bahan baku

2.      Apa yang dimaksud wanprestasi dan apa saja bentuk dari wanprestasi ?

Dalam suatu perjanjian, adakalanya salah satu pihak tidak memenuhi kewajiban sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian tersebut. Dalam hukum, perbuatan semacam ini biasa disebut sebagai kelalaian (wanprestasi). Pengertian Wanprestasi berdasarkan beberapa ahli adalah:
·         Menurut J Satrio: “Suatu keadaan di mana debitur tidak memenuhi janjinya atau tidak memenuhi sebagaimana mestinya dan kesemuanya itu dapat dipersalahkan kepadanya”.
·         Menurut Yahya Harahap: “Wanprestasi sebagai pelaksanaan kewajiban yang tidak tepat pada waktunya atau dilakukan tidak menurut selayaknya, sehingga menimbulkan keharusan bagi pihak debitur untuk memberikan atau membayar ganti rugi (schadevergoeding),atau dengan adanya wanprestasi oleh salah satu pihak, pihak yang lainnya dapat menuntut pembatalan perjanjian.
Pihak yang dirugikan dapat melakukan tuntutan dengan salah satu cara sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 1267 KUH Perdata, yaitu:
·         Pemenuhan perikatan
·         Pemenuhan perikatan dengan ganti kerugian
·         Ganti kerugian
·         Pembatalan perjanjian timbal balik
·         Pembatalan dengan ganti kerugian
Berdasarkan pengertian tersebut bentuk dari kelalaian atau wanprestasi ada beberapa macam, yang meliputi:
·         Tidak melaksanakan isi perjanjian sebagaimana disanggupinya
·         Melaksanakan isi perjanjian namun tidak sebagaimana dijanjikan
·         Melaksanakan isi perjanjian namun terlambat
·         Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya

3.      Apa yang dimaksud dengan jaminan pokok dan jaminan tambahan dan berikan contohnya !
a.       Pengertian Jaminan Pokok, yaitu jaminan yang berupa sesuatu benda atau benda yang berkaitan langsung dengan kredit yang dimohon. Sesuatu yang berkaitan dengan kredit yang dimohon dapat berarti suatu proyek, atau prospek usaha debitur yang dibiayai oleh kredit tersebut, sedangkan, yang dimaksud dengan benda yang berkaitan dengan kredit yang dimohon biasanya adalah benda yang dibiayai atau dibeli dengan kredit yang dimohon (R. Djuhaendah Hasan, 1996, 199). Contoh: surat berharga, bahan baku.
b.      Pengertian Jaminan Tambahan, yaitu jaminan yang tidak bersangkutan langsung dengan kredit yang dimohon, jaminan tambahan dapat berupa berupa jaminan kebendaan yang objeknya adalah harta benda milik debitur maupun perorangan yaitu kesanggupan pihak ke-3 (tiga) untuk memenuhi kewajiban debitur. Dimaksudkan untuk lebih mengamankan pengembalian kredit yang diberikan oleh bank Contoh: saham, surat piutang, dll

BAB III
Kesimpulan

1.1.   Kesimpulan

Dalam memutuskan pemberian kredit, bank perlu memperhatikan aspek-aspek yang sangat penting yakni aspek yuridis, aspek manajemen, aspek pemasaran, aspek teknis dan operasi, aspek keuangan, dan aspek sosial ekonomi. Selain dari keenam aspek tersebut bank juga dapat diyakinkan oleh debitur untuk memberikan pinjaman dengan memberikan jaminan beruapa jaminan pokok yang bisa ditambahkan dengan jaminan tambahan. Jaminan-jaminan tersebut berupa benda atau harta yang dimiliki debitur
Dalam melakukan perjanjian perkreditan tidak semua perjanjian dilaksanakan sesuai dengan perjanjian tersebut. Seringkali terjadi wanprestasi atau kelalaian yang dilakukan karena memang melanggar perjanjian. Wnaprestasi bisa terjadi apabila pelaku terlambat melaksanakan apa yang dijanjikan, melanggar perjanjian, tidak melakukan yang dijanjiakan, atau pelaksanaan perjankjian yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.



Daftar Pustaka

http://www.hukum123.com/apa-itu-wanprestasi/ [11 Oktober 2014]
http://shareshareilmu.wordpress.com/2012/02/05/wanprestasi-dalam-perjanjian/ [11 Oktober 2014]
http://www.mediabpr.com/kamus-bisnis-bank/jaminan_tambahan.aspx [11 Oktober 2014]


Tuesday, 14 October 2014

analisis kredit dalam lembaga keuangan bank

1.      Apa yang dimaksud dengan analisis kredit dan mengapa permohonan kredit perlu dianalisis
Analisis Kredit atau penilaian kredit merupakan hal yang menjadi pertimbangan dalam memberikan kredit oleh bank ataupun lembaga keuangan lainnya. Menurut Lukman Dendawijaya (2005:88) Analisis kredit adalah suatu proses yang dimaksudkan untuk menganalisis atau menilai suatu permohonan kredit yang diajukan oleh calon debitur kredit sehingga dapat memberikan keyakinan kepada pihak bank bahwa proyek yang akan dibiayai dengan kredit bank cukup layak(feasible).
Menurut Halle (1983 : 54), jika seorang bankir memberikan pinjaman kepada perorangan atau perusahaan, bankir tersebut membutuhkan penilaian kredit dalam bentuk analisis kredit untuk membantu menentukan resiko yang ada atau yang mungkin terjadi dari pinjaman yang diberikan. Untuk itu analisis kredit amat penting, karena berguna untuk :
a)      Menentukan berbagai resiko yang akan dihadapi oleh bank dalam memberikan kredit kepada seseorang atau badan usaha.
b)      Mengantisipasi kemungkinan pelunasan kredit tersebut karena bank telah mengetahui kemampuan pelunasan melalui analisis cashflow usaha debitur.
c)      Mengetahui jenis kredit, jumlah kredit dan jangka waktu kredit yang dibutuhkan oleh usaha debitur, sehingga bank dapat melakukan penyesuaian dengan struktur dana yang dipersiapkan untuk digunakan.
d)      Mengetahui kemampuan dan kemauan debitur untuk melunasi kreditnya, baik dari sumber pelunasan primer maupun sekunder.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang penyaluran kredit, bank dihadapkan pada permasalahan resiko yaitu resiko pengembalian kredit sehubungan dengan adanya jangka waktu antara pencairan kredit dengan pembayaran kembali. Ini berarti bahwa semakin panjang jangka waktu kredit semakin tinggi pula resiko kredit tersebut.
Bagi Bank analisis kredit adalah hal yang penting agar dana yang dikucurkan tidak mengalami  risiko gagal bayar atau macet. Di lain sisi, bank juga tidak ingin pinjaman yang diberikan justru menjadi beban bagi perusahaan atau debitur yang pada akhirnya dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. Sama halnya dengan lembaga keuangan yang memberikan pinjaman atau kredit bagi perusahaan terutama perusahaan perdagangan juga memberikan kredit kepada pelanggannya. Tujuannya jelas, yaitu untuk meningkatkan penjualan dan laba.

2.      Dalam menganalisis kredit dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif, salah satunya adalah dengan prinsip 5 C dan 7 P, sebutkan formula tersebut dan berikan contohnya

Prinsip Penilaian Kredit Prinsip penilaian kelayakan kredit dapat dilakukan dengan penilaian menggunakan Prinsip 5C. Dalam penilaian ini, calon debitur akan dinilai berdasarkan penilaian aspek, masing-masing aspek tersebut sebagai berikut :
a.       Character adalah aspek watak atau kepribadian calon debitur. Apakah calon debitur memiliki berkelakuan yang baik dan selalu berusaha memenuhi janji.
Contohnya adalah dengan tidak adanya laporan buruk mengenai kredit dari lembaga keuangan lainnya. Seperti memberikan permohonan informasi kepada BI mengenai calon debitur
b.      Capacity adalah aspek kemampuan (kapasitas) calon debitur dalam menjalankan usahanya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya order dan kelancaran pengembalian kredit.
Contohnya adalah dengan sejarah perusahaannya atau sejarah mengenai calon debitur bekerja diperusahaan lain.
c.       Capital adalah aspek modal calon debitur. Hal yang perlu diketahui adalah besarnya modal, hutang serta komposisi kekayaan perusahaan calon dibitur sehingga dapat diketahui tingkat likuiditas perusahaan calon debitur. Tingkat likuiditas akan menunjukan kemempuan perusahaan dalam pengembalian kredit. 
d.      Condition of economy adalah aspek pengaruh dari trend perekonomian secara umum yang diperkirakan akan berpengaruh terhadap usaha calon debitur.
Contohnya adalah kenaikan harga pada input yang digunakan perusahaan apakah perusahaan tetap sanggup bertahan ataukah malah terjatuh.
e.       Collateral adalah aspek jaminan dalam bentuk harta benda milik calon debitur, atau pihak lain sebagai penjamin. Namun untuk penjualan kredit yang diutamakan bukan jaminan tetapi kelancaran usaha dari calon debitur.
Contohnya adalah asuransi, rumah, kendaraan (mobil atau motor), dan lainnya.
Prinsip Penilaian Kredit Prinsip penilaian kelayakan kredit lainnya selain dari 5C adalah Prinsip 7P. Dalam penilaian ini, calon debitur akan dinilai berdasarkan penilaian aspek, masing-masing aspek tersebut sebagai berikut :
a.       Personality yaitu menilai dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya.
b.      Party yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifiasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya.
c.       Perpose yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis yang diinginkan nasabah.
d.      Prospect yaitu untuk menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang apakah menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya.
e.       Payment merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja untuk pengembalian kredit yang diperolehnya.
f.       Profitability untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.
g.       Protection tujuannya adalah bagaimana menjaga kredit yang dikucurkan oleh bank namun melalui suatu perlindungan.

3.      Data pemohon kredit sangat penting bagi bank sebagai informasi awal, sebutkan dan jelaskan informasi/data apa saja yang diperlukan oleh bank dari pemohon kredit
Data yang diperlukan oleh bank dari pemohon kredit adalah sebagai berikut:
a.       Identitas Pemohon
Identitas pemohon memperlihatkan mengenai siapa yang akan menjadi calon debitur. Hal ini berfungsi agar bank mudah saat memberitahukan mengenai pembayaran yang harus dilakukan dan juga sebagai data yang dapat diberikan kepada pihak lain untuk mengurangi resiko tidak kembalinya pinjaman yang diberikan. Beberapa data yang dapat diminta mengenai identitas pemohn adalah sebagai berikut:
·         Data historis perusahaan
·         Data Proyeksi Perusahaan
·         Data jaminan
·         Daftar isian (Identitas pemilik, Kegiatan dan sifat usaha, Jumlah dan jangka waktu kredit, dan Izin usaha, NpWP, Amdal)

b.      Tujuan permohonan kredit
Tujuan dari penggunaan dana yang diberikan bank kepada debitur harus jelas juga bukan tujuan yang dilarang oleh hukum atau tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
c.       Riwayat hubungan bisnis dengan bank
Riwayat calon debitur dengan bank lain perlu diperhatikan karena calon debitur yang memiliki riwayat buruk dengan bank memberikan resiko yang sangat besar bagi bank. Hal ini karena berkaitan dengan apakah calon debitur tersebut berniat mengembalikan pinjaman yang diberikan atau tidak.
d.      Analisisi 5C kredit
Analisis ini dilakukan agar dapat megnetahui mengenai kesanggupan calon debitur serta resiko apa yang dihadapi Bank apabila menyetujui permohonan pinjamannya

Monday, 13 October 2014

PENTINGNYA PERILAKU KONSUMEN DAN KAITANNYA PADA BAURAN PEMASARAN

PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang
Konsumen merupakan bagian penting dalam pemasaran karena konsumenlah pembeli dan pengguna barang atau jasa yang dipasarkan. Saat ini konsumen menjadi nilai penting yang sangat diperhatikan oleh perusahaan untuk meningkatkan nilai penjualan mereka. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan produk perusahaan tersebut dengan apa yang diinginkan oleh konsumen tersebut.
Perusahaan yang mengerti bahwa dengan menjualbelikan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen dapat membuat produk yang dipasarkan perusahaan tetap ada dan usaha terus berjalan. Hal seperti ini dapat diketahui dengan menggunakan ilmu Perilaku Konsumen. Dengan menggunakan ilmu Perilaku Konsumen perusahaan dapat memiliki konsumen yang loyal terhadap produk yang dipasarkan perusahaan tersebut.
Selain bermanfaat bagi produsen atau perusahaan ilmu Perilaku Konsumen juga menjadi hal yang penting untuk dimiliki konsumen. Hal ini untuk memberikan kepastian kepada konsumen apakah produk yang akan dipilih sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen itu sendiri. Selain itu dengan menggunakan ilmu Perilaku Konsumen dapat membantu konsumen agar tidak tertipu saat memebeli produk dan mengurangi pembelian produk yang tidak dibutuhkan konsumen itu.

1.2.   Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui manfaat dari perilaku konsumen dari sudut pandang produsen dan konsumen
2.      Untuk mengetahui kaitan perilaku konsumen dengan bauran pemasaran

1.3.   Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Agar mengetahui manfaat dari perilaku konsumen dari sudut pandang produsen dan konsumen
2.      Agar mengetahui kaitan perilaku konsumen dengan bauran pemasaran

PEMBAHASAN

1.      Apa pentingnya mempelajari perilaku konsumen dari sudut pandang konsumen dan sudut pandang produsen, berikan contohnya masing-masing dua (jasa dan barang)!
Jawab:
Ø  Dari sudut pandang produsen, yaitu:
a.       Mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen
b.      Mengetahui apa selera konsumen
c.       Bagaimana konsumen mengambil sebuah keputusan
d.      Mampu mempengaruhi konsumen
e.       Sebagai wujud kekuatan tawar yang merupakan salah satu kekuatan kompetitif
f.       Sebagai landasan manajemen pemasaran
g.       Untuk pengembangan kebijakan publik
Contoh:
Barang: Santan Sun kara
Santan Sun Kara diproduksi oleh PT Kara Santan Pertama, produk ini diciptakan karena perusahaan yang melihat potensi besar produk ini. Potensi ini dapat dilihat dengan bantuan ilmu perilaku konsumen. Selain itu produk ini dibuat dalam kemasan yang praktis namun dengan komposisi yang cukup untuk penggunaan di dalam rumah tangga. Sehingga memudahkan konsumennya saat memasak tidak perlu repot-repot memarut kelapa menjadi santan lagi.
Jasa : Delivery order
Delivery order, system penjualan seperti ini dibuat karena ingin menambah konsumen dalam suatu penjualan dengan memberikan jasa pengantaran barang atau makanan sekaligus menjualkannya sesuai pesanan. Dengan adanya sisitem ini konsumen bias lebih mudah dalam membeli barang, cukup dengan memesan lewat telepon dan barang tersebut akan dikirim langsung oleh pegawai perusahaan. Sistem delivery order dibuat karena melihat perilaku konsumen perusahaan terhadap produk yang diperjualbelikan. Perusahaan dapat melihat bahwa banyak konsumen yang memiliki keinginan untuk membeli namun tidak memiliki kesempatan untuk datang ke tempat pembelian sehingga dibuatlah alternative dimana konsumen tidak perlu datang ke tempat pembelian untuk mendapat barang tersebut.

Ø  Dari sudut pandang konsumen, yaitu:
1.      Mengetahui informasi bahwa barang atau jasa yang akan dibeli bagus atau tidak
2.      Mengetahui apa yang seharusnya konsumen kebutuhan
3.      Menjadi konsumen yang efektif dan selektif dalam memilih barang
4.      Menjadi konsumen yang bijak
Contoh:
Barang : Teh botol
Pada kasus teh botol ini ilmu perilaku konsumen digunakan oleh konsumen dalam memilih teh botol yang akan dibelinya. Dengan perilaku konsumen tersebut konsumen menentukan pilihan sesuai dengan apa yang ingin didapatkan konsumen saat membeli teh botol, karena melihat banyak produk teh botol saat ini serta memiliki rasa yang khas untuk setiap produk dengan merk berbeda.
Jasa: Laundry
Pada kasus Laundry ilmu perilaku konsumen digunakan konsumen dalam memilih jasa yang akan digunakan saat laundry, apakah hanya mencuci saja atau sampai kepada disetrika. Hal ini disesuaikan pada tingkat kesibukan konsumen laundry itu, dengan melihat sisa waktu senggang yang dimiliki konsumen dan apakah konsumen itu sendiri ingin menyetrika sendiri atau tidaknya.

2.      Jelaskan kaitan perilaku konsumen dengan bauran pemasaran (4P), gunakan sebuah produk?
Jawab:
Kelompok kami mengambil contoh Teh Botol Sosro
Ø  Product:
Teh Botol Sosro merupakan produk yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Dari awal produk ini diluncurkan, memang sudah menjanjikan. Ia menawarkan kategori baru yang belum pernah ada di Indonesia. Sosro juga melakukan diferensiasi produknya dengan baik. Tidak hanya dari segi produk, Sosro juga melakukan inovasi dari segi kemasan. Mulai dari produk yang dikemas dalam botol kaca, lalu dalam kemasan tetra pak, dan tidak ketinggalan pula dalam botol plastik yang mudah dibawa oleh konsumen.
Ø  Price:
Pada waktu pengenalan produk, Sosro juga memiliki keunggulan kompetitif karena merupakan teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama kali d Indonesia. Salah satu trik Sosro dalam memenagkan persaingan dalam hal harga, Sosro mematok harga eceran sebesar Rp. 2.500/botol. Hal inilah yang menyebabkan produk Sosro banyak disenangi oleh konsumen karena harga tersebut tidak memberatkan konsumen.
Ø  Place:
Ketersediaan produk juga mengandung makna ketersebaran produk. Teh Botol Sosro tersedia tidak hanya di outlet modern saja tetapi juga ada di warung-warung bahkan samapi perkampungan. Awalnya konsumen tidak berencana membeli suatu produk, namun karena konsumen melihat produk tersebut di toko, timbul niat untuk membelinya. Dengan tersediannya atau mudahnya mendapatkan produk teh botol sosro, maka akan membuat daya beli konsumen meningkat.
Ø  Promotion:
Promosi jelas menjadi alat utama dalam pemasaran sebuah produk. Antara promosi dan produk tidak dapat dipisahkan karena keduanya harus saling berangkulan untuk kesuksesan pemasran. Kegiatan promosi yang dilakukan sosro melalui personal selling, promosi penjualan, iklan dan kunjungan pabrik. Teh botol sosro juga dikenal dengan tagline-nya yaitu “apapun makannya minumnya teh botol sosro”. Selain itu promosi dapat berupa iklan di media cetak maupun elektronik, brosur, baliho dan sponsorship.
PENUTUP

3.1.   Kesimpulan
Ilmu mengenai Perilaku Konsumen sangat penting untuk dimiliki baik bagi produsen maupun konsumen. Untuk produsen ilmu perilaku konsumen dapat digunakan untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk yang ditawarkan produsen. Untuk konsumen dengan menggunakan ilmu perilaku konsumen, konsumen tersebut dapat mengetahui produk apa yang seharusnya dibeli oleh konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
Selain itu ilmu perilaku konsumen juga memiliki hubungan dalam membuat bauran pemasaran. Hal ini karena baik product, price, place, dan promotion dibuat dan dilakukan untuk memasarkan produk tersebut kepada konsumen, karena itu harus sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen. Sehingga produk yang dipasarkan dapat diterima konsumen bahkan dapat menciptakan konsumen yang loyal terhadap produk tersebut.
3.2.   Saran
Mengetahui betapa pentingnya memiliki ilmu perilaku konsumen bagi produsen maupun konsumen kami menyarankan kepada pembaca untuk selalu menggunakan ilmu tersebut baik sebagai produsen maupun konsumen.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen [9 September 2014]
http://karismameliaa.blogspot.com/2014/01/mengapa-produsen-perlu-mengamati.html [9 September 2014]
http://www.indokara.com/ [9 September 2014]